Grati, Pasuruan – Rebalas.desa.id__, Di era digital yang serba cepat ini, akses informasi begitu mudah didapatkan. Namun, kemudahan ini juga diiringi oleh tantangan berupa penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan. Menyadari hal tersebut, Kelompok 22 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Yudharta Pasuruan menginisiasi program “Desa Cerdas” dengan menggelar sosialisasi literasi dan etika digital di Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu, 16 Juli 2025. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Rebalas ini diikuti oleh sekitar 45 peserta, mewakili berbagai elemen masyarakat, mulai dari Ibu-ibu PKK, pemuda-pemudi, hingga perangkat desa.
Sosialisasi ini bukan sekadar ceramah satu arah. Para peserta aktif terlibat dalam sesi interaktif yang dipandu oleh narasumber ahli, Moch. Lutfi, S.Kom., M.Kom. Beliau memaparkan materi yang komprehensif, dimulai dari konsep dasar literasi digital, pentingnya bijak dalam mengakses dan menyebarkan informasi online. Materi selanjutnya membahas etika dan keamanan digital, mencakup bagaimana melindungi data pribadi dari penyalahgunaan, serta mengenali dan menghindari jebakan-jebakan digital seperti penipuan online. Titik berat materi juga diberikan pada bahaya hoaks dan dampaknya terhadap kehidupan bermasyarakat. Dengan contoh kasus yang relevan dan mudah dipahami, peserta diajak untuk kritis dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial dan internet.
Puncak kegiatan adalah sesi simulasi praktis dan diskusi. Peserta diajak untuk mempraktikkan langsung bagaimana mengidentifikasi hoaks dan berita bohong. Diskusi yang hangat dan penuh semangat menunjukkan antusiasme peserta dalam memahami materi yang disampaikan. Pertanyaan-pertanyaan kritis dilontarkan, menunjukkan bahwa sosialisasi ini telah berhasil membangkitkan kesadaran warga akan pentingnya literasi digital.
Kepala Desa Rebalas, (Sumbar) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun Desa Rebalas yang cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, [Nama Dosen Pembimbing], menekankan pentingnya peran pemuda dan perangkat desa dalam menyebarkan pengetahuan literasi digital kepada masyarakat luas.
Output dari kegiatan ini tidak hanya berupa peningkatan pemahaman peserta, tetapi juga dokumentasi kegiatan yang akan menjadi bahan evaluasi dan acuan untuk program lanjutan. Kelompok KKN berencana untuk melakukan pendampingan dan pelatihan lanjutan bagi warga Desa Rebalas agar kemampuan literasi digital mereka terus berkembang. Dengan demikian, Desa Rebalas diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Sosialisasi ini menjadi bukti nyata bahwa literasi digital bukan hanya sekedar pengetahuan, melainkan juga kunci untuk membangun masyarakat yang cerdas, aman, dan terhindar dari hoaks.
1845

